Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2017

Review Buku Mochtar Lubis

Judul Buku : Manusia Indonesia (Sebuah Pertanggungjawaban) Jenis Buku : Makalah/ Ceramah, 6 April 1977 di Taman Ismail Marzuki-Jakarta Penulis : Mochtar Lubis Penerbit : Yayasan Pustaka Obor Indonesia Tebal : viii+140hlm Cetakan : III, Mei 2012 Manusia Indonesia merupakan naskah ceramah Mochtar Lubis di TIM (Taman Ismail Marzuki) pada tanggal 6 April 1977. Kemudian, ceramah itu disusun menjadi sebuah buku. Buku ini  disertai dengan tanggapan dari beberapa tokoh yang dimuat di media massa. Misalnya Sarlito Wirawan Sarwono, Margono Djojohadikusumo dan Wildan Yatim. Kemudian Mochtar Lubis juga menjawab beberapa tanggapan itu dengan tanggapan terhadap tanggapan tersebut. Isi buku ini adalah tentang kritik terhadap sikap dan karakter bangsa Indonesia melalui sudut pandang subjektif beliau. Didalam bukunya Mochtar Lubis menjelaskan 6 ciri Manusia Indonesia.  Didalam buku ini Mochtar lubis terkesan seolah-olah dia menjelekan bangsanya sendiri namun tentunya...

Demi Menonton Konser

Tanggal 5-15 Oktober, Surabaya mengadakan sebuah acara yang bernama Jatim Fair yang bertempat di Grand City. Acara tersebut berupa pameran dan konser musik dengan mengundang artis - artis ibukota.  Guest Star pada konser cukup banyak seperti tulus, anji, dan lainnya. Namun yang paling menarik perhatianku adalah Maliq n d'essential. Mereka tampil pada hari terakhir Jatim Fair yaitu pada Minggu, 15 Oktober. Aku sudah merencanakan jauh - jauh hari untuk menonton konser tersebut. Namun saat hari H rasanya seperti banyak sekali cobaan haha. Seperti, ada deadline tugas untuk keesokan harinya dan uang sudah menipis. Harga tiket masuk untuk weekend sendiri yang cukup mahal bagi anak kos sepertiku, 25.000. Aku menonton berdua dengan temanku da saat itu temanku sedang tidak punya uang sama sekali. Sedangkan uangku hanya tinggal 20.000 di dompet dan ada 50.000 di atm. Bensin si mimi pun juga krisis. Akhirnya kami putuskan untuk beli bensin terlebih dahulu sebanyak 10.000. Saat akan sampai di ...

Wisuda...

30 Oktober lalu, adalah hari yang spesial bagi mas mbak yang telah lulus di PENS. Karena pada hari itu adalah hari pengesahan bagi kelulusan mereka.  Hari itu adalah hari wisuda bagi mereka. Beruntungnya aku bisa hadir pada acara tersebut dan melihat kebahagiaan mas mbak setelah mereka lulus apalagi yang bisa lulus dengan gelar Cumlaude. Dalam hatiku pun aku juga ingin lulus dengan gelar tersebut. Aku bisa hadir pada acara itu karena akau adalah salah satu anggota Paduan Suara Mahasiswa PENS. Kami bernyanyi semaksimal mungkin untuk persembahan kepada mas mbak yang lulus, karena mungkin itu adalah persembahan terakhir dari PSM PENS. Seusai tampil disana, aku pun keluar gedung dan menghampiri segerombolan orang dengan baju berwarna ungu di depan gerbang masuk yang akan mengarak mas mbak dari Graha ITS menuju PENS. Aku bergabung dengan segerombolan tadi dan ikut mengarak mas mbak hingga ke dalam Lapangan Merah PENS.